[CubeEntFF’s Freelance] Andwae

no

Title : Andwae

Casts : Kang Hani (OC), Yang Yoseob (BEAST), and others

Length : Vignette

Genre : Songfic, Drama, Hurts, etc.

Rating : PG

Author : NN

Recommended song : Andwae

Disclaimer : Songfic ini berasal dari lagu solo yang dinyanyikan oleh Yoseob dengan judul ‘No (Andwae)’ lagu yang di jadikan sebagai ost. Poseidon. Jika mendengarnya membuat author semakin galau~ FF ini hasil karya sendiri. No Coppas!! No bash!! Be a good reader ^^.

Warning : all pov (sudut padang) hanya milik Kang Hani seorang

-Happy Reading-

==========Andwae==========

urin jeongmal andoendago mareulhagoseo

geuman hajan yaegilhago doraseongeoya

ipsuri mak tteollideoni chamdeon nunmuri

kkeutnae neoreul bonaeneunge deo eoryeowotdeongeoya

chameulsugaeobseos seo neomu seulpeoseo

ireon nareul seuseuro dallaemyeo doraseotjiman

andwa e deoneun andwae

imareul hagiga nan duryeowo

geuraeseo neol motbongeoya

urin andwae jeongmal andwae

eochapi saranghaeseonandoene ungeol ara

ijeseoya saranghaenneunde neol saranghaenneunde…

neowa geotdeon geu gireseo jamsi meomchwosseo

saranghaetdeon gieokdeuri nareul japgoseo

huimihage jiwojyeotdeon neoui eolguri

mundeuk tteoollatdeongeoya geuraeseo meomchungeoya

chame ulsugaeobseosseo neomu seulpeoseo

ireon nareul seuseuro dallaemyeo doraseotjiman

andwa e deoneun andwae

imareul hagiga nan duryeowo

geuraeseo neol motbongeoya

urin andwae jeongmal andwae

eochapi saranghaeseonandoene ungeol ara

ijeseoya saranghaenneunde neol saranghaenneunde…

nan nan geujarieseo neol bonaeneunge aniyeotdago malhaesseumyeon

doraseoseo neolbutjapgo nan andoendago jabatdeoramyeon

jeon gmal saranghaesseultende

andwae deoneun andwae

imareul hagiga nan duryeowo

geuraeseo neol motbongeoya

urin andwae jeongmal andwae

eochapi saranghaeseonandoene ungeol ara

ijeseoya saranghaenneunde neol saranghaenneunde…

==========Andwae==========

[Setelah kau mengatakan hubungan yang kita jalani tidak akan pernah berhasil

Kau mengakhiri hubungan kita dan pergi

Bibirku gemetar dan aku mencoba menahan air mataku

Sangat sulit bagiku, membiarkanmu pergi

Aku tidak bisa menerima semua ini, karena begitu menyakitkan

Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja..Tapi..]

Aku tak peduli dengan tatapan aneh dari orang-orang terhadapku, aku terus melangkahkan kaki tanpa alas karena high heel yang kujinjing satu-satu di tangan kanan dan kiriku. Wajahku mungkin sangat kacau terlebih lagi dengan riasan yang tebal, eye shadow pink yang begitu menyala di pelupuk mataku, bulu mata tebal yang kini sudah tak seimbang satu sama lain, tak kalah blush on pink yang membuat pipiku terlihat seperti badut, lipstik merah menyala tebal menghiasi bibirku yang mungil seakan membuat bibirku sangat tebal dan ingin jatuh.

Semua orang melihatku sepanjang jalan di pinggiran gedung ini. Aku kesal dan menatap balik mereka, “Ada apa memangnya dengaku eoh? Eoh? Eoh?” teriakku terhadap orang lalu lalang yang melihatku aneh dengan dandananku yang mungkin memang seperti barbie, maaf maksudku badut lebih tepatnya.

Awan yang putih kini tertutupi oleh awan hitam, tanda hujan sebentar lagi akan segera turun. Rintikan hujan dikit demi sedikit membasahi bumi, orang-orang sibuk berlari mencari tempat untuk berteduh dari segerombolan air yang jatuh dari langit. Kini air hujan pun turun dengan derasnya membasahi kota yang ramai dan dengan sekejap menjadi sepi, hening. Tapi tidak denganku. Aku terus melangkahkan kaki tanpa alas ini, dengan kasar kuhapus goresan lipstik merah di bibirku, bulu mata kiriku kini copot karena sedari tadi sudah tak seimbang. Aku menghentikkan langkahku, menengadahkan wajahku ke langit, merentangkan kedua tanganku, memejamkan mata, merasakan hantaman air yang jatuh ke wajahku dengan kasar.

“Aaarrggggggghhhhhh!!!!!!!” pekikku keras berhambur dengan suara hujan yang begitu deras. Airmata yang kini ku tahan dan menggenang di pelupuk mataku, kini akhirnya tumpah becampur dengan derasnya air hujan yang jatuh ke pipiku.

“Hikksssss” begitu sakit.. sangat sakit rasanya! Andai saja aku tak bertemu dengannya. Andai saja saat itu aku tak menerima ajakannya. Andai saja aku menuruti perkataan teman-temanku. Andai saja waktu bisa di ulang dan berputar kembali. Andai saja oh andai saja. Tapi itu semua hanya khyalan belaka dan tak akan pernah bisa terjadi.

Tuhan! Mengapa kisah cintaku begitu pahit? Tak bisakah aku merasakan manisnya cinta seperti di dalam film? Seperti sepasang kekasih lainnya? Kau sungguh jahat Tuhan!

[Tidak, itu tidak mungkin

Aku takut untuk mengatakannya

Itulah sebabnya aku tidak bisa melihatmu lagi

Kita takkan bisa bersama, benar-benar takkan bisa

Aku tahu kita tak bisa saling mencintai]

*flashback 1 bulan yang lalu*

“Maukah kau menjadi kekasihku?” ucap seorag pria tampan bernama Yoseob di depanku ini.

“Eoh?” aku hanya diam terperangah.

“aku menyukaimu sudah sejak lama, tapi aku takut kalau kau tak menerimaku. Baiklah! Sepertinya kau tak menjawab pertanyaanku.” Yoseob menunduk, membalikkan tubuhnya, dan berjalan lunglai.

“Yoseob!!!” pekikku dan itu berhasil menghentikkan langkahnya. Aku berlari kecil menghampiri dirinya.

“Apa kau serius?” tanyaku dan dia mendongak kan wajahnya.

“Aku serius! Maukah eoh?” dia tersenyum dan itu mampu membuatku meleleh seketika. Aku mengangguk dan tersenyum.

Jinjja?? Arghh… gomawooo!!!” Mwo? Apa? Dia memelukku dan kembali melepaskannya. “Mianhae! Aku tak sadar karena terlalu senang. Hehe…”

Aku Kang Hani, seorang mahasiswi departemen Budaya dan Seni. Aku wanita yang tomboy, berambut pendek, dan selalu memakai jeans robek-robek dengan kaos oblong. Sedangkan dia, Yoseob seorang pria tampan yang selalu rapi dengan pakaiannya dan terlihat cool. Itulah yang membuatnya menjadi pria idaman di kampus ini.

Apa aku bermimpi? Argh… aku rasa aku mulai gila! Bahkan aku yang menyukainya diam-diam kini dia menjadi kekasihku dan itu cukup membuat para yeoja seisi kampus iri sekaligus panas pastinya. Hahahahha.

Sudah hampir dua minggu aku menjadi kekasihnya. Aku rasa aku mulai jenuh dengan sikapnya. Bagaimana tidak? Setiap sepulang kuliah, aku harus menemaninya pergi perawatan ke salon dan aku pun harus perawatan juga seperti dengannya. Lalu terkadang, dia selalu memasuki sebuah toko dan kita lewati. Apa kau tahu? Dia mencoba seluruh baju di dalam toko itu, padahal hanya beberapa baju saja yang ia beli. Haruskah ia coba semua? Dalam setiap toko yang ia masuki.

Apa kau tahu? Bukan hanya dia saja mencoba baju, tetapi AKU JUGA!!! Semua baju-baju girly nan seksi aku harus mencobanya apalagi harus memakai sepatu tinggi itu, high heel kalau tidak salah namanya. Arghhh!!!!! Aku rasa aku akan gila jika harus seperti ini, ini sungguh menyiksaku. Ini bukan diriku yang sebenarnya.

Tapi aku tak bisa harus berpisah dengannya, karena aku sungguh mencintainya. Dia terkadang sangat romantis, suka memberika sebuket bunga mawar merah kepadaku. Meskipun sebenarnya aku sama sekali tak menyukai bunga tapi itu terlihat romantis. Haruskah aku mengakhiri ini semua? Atau harus melanjutkan hubungan ini? Hubungan yang pada dasarnya bukan diriku sepenuhnya, melainkan aku seperti seorang Barbie. Barbie yang ia dandani sesuka hati, dengan mengganti baju ini, baju itu, model ini, model itu. Argghhhh!!!!!!!!!!! Aku sungguh frustasi. Tuhan bantu aku!!!

*flashback off*

[Walaupun hingga kini aku tetap mencintaimu, aku mencintaimu..

Aku berhenti disebuah jalan yang biasa kita lewati bersama

Kenangan tentang cinta kita telah menahanku

Dan wajahmu yang sudah ku hapuskan

tiba-tiba muncul lagi..

Itulah sebabnya aku berhenti

Aku tidak bisa menerima semua ini, karena begitu menyakitkan

Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa semuanya akan baik-baik saja..Tapi..

Tidak, itu tidak mungkin]

Tanpa terasa sudah sebulan aku menjalani hubungan dengannya. Aku benar-benar muak tapi lagi-lagi aku pasti luluh jika berhadapan dengannya. Kini aku sengaja berdandan cantik, seperti apa maunya. Tapi aku masih tak bisa menghiasi wajahku dengan baik. Aku turun dari taksi dan melangkahkan kakiku menuju kediaman rumah miliknya. Hari ini adalah hari ulang tahun dirinya. Dengan susah payah aku mencoba tampil dengan baik di hadapannya nanti.

Aku melangkahkan kakiku masuk ke dalam rumah miliknya. Aku mengedarkan pandangan, mencari sosok tubuhnya. Aku menemukannya, aku sedikit merapihkan rambut pendekku yang sudah ku tata sebagus mungkin. Ku langkahkan kakiku menghampirinya, langkahku terhenti tak jauh dari punggung Yoseob.

“apa kau benar-benar mencintainya?” ucap salah satu temannya.

“hahahha.. apa kau gila eoh? Bagaimana aku mencintai gadis bodoh itu, gadis jelek si kampung. Hahha”

“lalu mengapa kau menyatakan perasaanmu padanya?”

“dia hanyaku jadikan sebagai pambantuku saja dan malam ini aku akan memutuskannya tepat sebulan kita berhubungan. Aku akan mendapatkan hadiah yang ku mau dari kekasihku sebenarnya. Hahahah”

Deg! Apa ini? Kakiku, lututku, tubuhku, semua terasa lemas. Aku bejalan pelan mencari sebuah meja untuk menahan tubuhku yang sempoyongan ini.

“hyak!! Lihatlah.. sepertinya dia sudah datang. Apa dia mendengar ucapanmu tadi?” ucap temannya itu dan membuat Yoseob menoleh ke arahku. Mataku memanas, dadaku memburu, jantungku berdetak cepat, ingin rasanya aku membanting meja besar ini ke muka miliknya. Aku menatapnya sinis dan aku berdiri tegap seolah itu semua baik-baik saja.

Dia diam mematung seketika, setelah melihat tatapan sinis dari mataku. Aku mencoba setenang mungkin. Cairan bening mulai menggenang di pelupuk mataku. Aku mengambil mangkok besar yang berisi air berwarna dengan potongan-potongan buah kecil di dalamnya. Aku mengangkat mangkuk besar itu sekuat tenaga dan berjalan ke arahnya. Kini semua mata memandang. Aku tersenyum kecut.

“byuuurrrr!!!!!!!” aku menuang semua isi di dalam mangkuk itu hingga membuat tubuhnya basah dan kemeja putihnya berubah menjadi merah tak jelas, juga dengan potongan buah yang menyangkut di rambutnya, bajunya.

“ini balasan atas apa yang kau perbuat selama ini Yoseob!” ucapku dengan setegar mungkin tak lupa kilasan senyum yang tersirat dari bibirku.

“annyeong…..” aku menaruh mangkuk itu kembali ke tempatnya dan melangkahkan kakiku keluar dari dalam rumahnya.

Terdengar ricuh pikuk dari dalam pesta. Aku tak peduli, aku terus melahkan kakiku ini. Ku lepaskan high heel yg menyangga tumitku dan ku teruskan berjalan sepanjang jalan. Entah kemana aku harus menuju?

[Aku takut untuk mengatakannya

Itulah sebabnya aku tidak bisa melihatmu lagi

Kita takkan bisa bersama, benar-benar takkan bisa

Aku tahu kita tak bisa saling mencintai

Walaupun hingga kini aku tetap mencintaimu, aku mencintaimu..]

Ini sangat sakit!!! Benar-benar sakit! Haruskah aku merasakan sesakit ini? Di perlakukan sebodoh ini?

“Arrgghhhhhhhh………………….. andwwaaeeeeeeeeeeeeeeeee!!!!!!!!!!!”

Aku tak peduli dengan hujan yang deras membasahi tubuhku bahkan riasan wajahku memudar dengan air yang jatuh ke wajahku ini. Aku bodoh! Aku benar-benar bodoh!

==========Andwae==========

[1 tahun kemudian]

Terlihat sebuah high heel bercorak emas menyala dan terlihat begitu mahal. Seorang wanita menampakkan kakinya di atas karpet merah, tanda undangan VIP lah yang di sambut khusus. Wanita bergaun panjang dengan belahan rok sampai ke atas paha, memperlihatkan kakinya yang mulus dan jenjang. Kacamata hitam besar bertengger di hidungnya yang mungil. Rambutnya yang pendek tapi tertata rapi terlihat begitu anggun.

Wanita itu berjalan di atas karpet merah seraya tersenyum tipis dan menghiraukan silauan cahaya kamera yang terus saja memotret dirinya. Wanita itu pun memasuki sebuah hotel dan menuju ruangan besar dimana ada sebuah acara yang akan berlangsung. Ya! Kang Hani. Akulah wanita itu. Kini aku telah berubah, bukan Kang Hani si itik buruk rupa melainkan Kang Hani si angsa emas yang cantik.

Aku melihat Yeoseob merapihkan jas yang ia kenakan saat ini, kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam suatu acara. Acara dimana seorang pengusaha sukses tengah merayakan keberhasilannya dan mengundang para kerabat. Termasuk Yeoseob di dalamnya.

Acarapun berlangsung, sambutan sang pemilik acara pun telah berakhir. Kini sambutan dariku, aku adalah seorang investor terbesar yang mempengaruhi acara ini. Aku naik ke atas panggung dan kata demi kata kulontarkan dengan baik. Sekilas aku melihat Yoseob yang tercengang melihatku. Entah ia mengenalku atau tidak, aku tak peduli.

Sambutan pun berakhir dan para tamu tengah menikmati hidangan yang telah di sediakan. Banyak para pengusaha yang sibuk berbincang satu sama lain, tak kalah mereka mengenalkan diri mereka kepadaku.

Aku berdiri anggun, dengan tanganku yang memegang gelas wine. Aku sedikit menyuruput wine di tanganku. Kini mataku melihat Yoseob tengah berjalan menghampiriku. Hanya seulas senyum tipis yang terlihat dari bibirku yang mungil.

“Byuurrr!!!” Langkah Yoseob terhenti seketika saat seorang wanita menumpahkan air wine dari botol di tangannya.

‘Hahhhahhahha’ ingin ku tertawa puas saat ini tapi hanya dalam hati aku tertawa karena melihat dimana aku berada saat ini.

Yeoseob menoleh ke belakang, menghadap wanita itu. “Apa yang kau lakukan sebenarnya?”

“Mulai saat ini.. Detik ini.. Aku akan memutar balikan fakta. Bukan kau yang memutuskanku! Tapi aku yang akan memutuskanmu! Kita putus Yoseob!!! Dasar laki-laki brengsek!!” Ujar sang wanita seraya melemparkan beberapa lembar uang ke muka Yoseob lalu melenggang pergi meninggalkan Yoseob.

Semua mata tertuju memandang dirinya. Aku benar-benar ingin tertawa dan aku harus menahannya.

Aku menaruh gelas wine di atas meja lalu melangkahkan kakiku menuju laki-laki yang kini hanya diam mematung. Sesampai di depannya, aku memberikan sehelai saputangan ke jas yang ia kenakan.

“Bersihkanlah dirimu yang kotor Yoseob!” Ucapku tak kalah seringaian senyum dari bibirku. Lalu aku melanjutkan langkahku dan pergi meninggalkannya.

“Ka.. Kang Ha.. Hani??” Ujar Yeoseob terbata-bata. Aku tetap meneruskan langkahku seraya tersenyum puas.

~Wanita itu seperti barbie yang bisa dimainin kapan aja, tapi ingat lelaki sejati tidak akan pernah main barbie

Lelaki sejati adalah lelaki yang bisa menerima kekurangan wanita.

Lelaki sejati tidak mencintai sejuta wanita. lelaki sejati mencintai satu wanita dengan sejuta cara.

Lelaki sejati bukanlah seseorang yg mempunyai banyak teman wanita tapi seorang lelaki yang mampu menolak banyak wanita untuk seseorang yg dicintainya~

-END-

 

Iklan

Give us your cubes!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s