[CubeEntFF’s Freelance] Imagine – Episode 3

13119094_766112080191947_2706813592303386925_n

Title : Imagine – Part 03

Casts : *Reader*, Jung Ilhoon (BtoB), and others

Length : Chapter

Genre : Sad, Romance, Friendship, etc.

Rating : PG

Author : Fitria

Note : (…) = Nama reader (kamu)

“Kampret lo”

“Bilang aja lo mau meluk gue” Ucap Ilhoon menggodamu

Di sepanjang perjalanan menuju rumahmu. Tidak ada sepatah katapun yang kalian ucapkan. Hanya semilir angin sore yang jadi satu-satunya suara di antara kalian. Entah memang sedang sibuk dengan pikiran masing-masing atau justru tidak ada topik yang menarik untuk di bicarakan.

Tidak sadar kamu mulai melingkari kedua tangan di pinggang Ilhoon. menyenderkan kepalamu di bahu kananya. Entah mengapa hal itu malah membuat Ilhoon tidak henti-hentinya merekahkan senyum sumringah.

“(…)” Panggil Ilhoon, namun tidak ada jawaban darimu.
“Gue mau ngomong tapi jangan di potong dulu ya” Kamu masih belum menjawab, sepertinya kamu menurutinya perintah Ilhoon atau bahkan kamu memang tidak mau menjawab.

“Gue tau, pasti sekarang lo ngangep gue orang gila yang maksa lo buat jadi pacar secara mendadak, bahkan kita ga pernah kenal sebelumnya. Walaupun gue tau lo pasti udah kenal gue sebelumnya, secara guekan ganteng, cowo paling terkenal di sekolah siapa coba yang engga kenal ama gue yekan?..” Ucap Ilhoon dengan bangga. kamu masih belum menjawab apa mungkin sekarang kamu sedang menahan rasa mual karena ucapan Ilhoon?

“Tapi soal perasaan ini beneran, gue udah suka sama lo dari awal kita Mos gue pikir perasaan itu bakal ilang dan ternyata dugaan gue salah. Perasaan gue masih bertahan sampe sekarang sampe kita kelas dua. Bayangin gue mendem perasaan ini sendirian selama dua tahun..”

“Mungkin sekarang lo mikir gue cowo banci yang ga berani ngungakapin perasan, seterah lo mau mikir apapun tentang gue. Jujur, gue ga berani ngungkapinya terburu-buru, kenapa? Karena gue mau ngeyakinin perasaan gue ini sesaat atau emang bener-bener nyata…”

“Gue juga tau, lo itu mandang gue sebagai cowo kegantengan yang suka tebar pesona sana sini. Sebenernya gue ga mau kaya gini gue gamau tebar pesona sana sini, itu semua gue lakuin karena gue cuman pengen satu di antara cewe-cewe itu lo. dan gue salah untuk kedua kalinya, gue baru sadar lo itu beda dari yang lain…”

“Sampai akhirnya gue capek sama semuanya, yang gue lakuin tadi siang cuman pengen ngejauh dari mereka tapi justru hal itu ngasih kesempatan gue buat deket sama lo. Gue beneran sayang sama lo, dan gue ga nerima penolakan macam apapun dari lo”

“Jadi, lo mau kan jadi pacar gue?”

Tidak ada respon apapun darimu. “(…)” Panggil Ilhoon, tapi yang ia dapati hanya suara dengkuran khas orang tidur yang begitu nyaring di telinganya.

“Lah berarti dari tadi gue ngomong sendiri?” Ucapnya sedikit kesal, tapi tidak sampai mengusik tidurmu.

“Yaudah, suara ngorok lo gue anggap sebagai jawaban iya.”

——

Merangkulmu secara tiba-tiba, menganggapmu sebagai pacarpun secara tiba-tiba. Hidup Ilhoon mungkin penuh dengan ketiba-tibaan selain mengendarai motor secara tiba-tiba kali ini ia juga menginjak rem motornya secara tiba-tiba membuat kepalamu dan kepalanya bertabrakan sekaligus membuatmu terbangun dari tidur nyinyak yang terusik.

“Aw.. ngapain berenti” Ucapmu masih setengah sadar seraya tanganmu mengucek-ngucek kedua mata yang masih ingin terlelap.

“Ini udah nyampe rumah lo, gamau turun? atau pengen ikut ke rumah gue”

“Kaga ngapain. Eh.. tar dulu, kok lo tau rumah gue” Jawabmu. kamu telah turun dengan cantik(?), kini tanganmu sedang sibuk membuka pengait helm yang kamu kenakan

“Apa yang engga gue tau tentang elo!” Jawab Ilhoon menyombongkan diri. Matanya masih terus memperhatikanmu

“Susah amat, helm lo bajakan nih” Ucapmu mengerutu kesal.

“Lonya aja yang bege, sinih gue bukain” Ucap Ilhoon sambil menarik pengait helmmu dengan paksa. membuatmu reflek mendekat ke arahnya.

Hanya butuh beberapa detik pengait itu telah terbuka “Selesai” Ucapnya merasa puas.

Kamu terlihat gelagapan, dan buru-buru menjauh dari Ilhoon tidak lupa mencopot helm itu dan mengembalikan pada pemiliknya “Udah pulang sonoh” Perintahmu

“Iya gue pulang, jangan kangen ya”

“Najong ga bakal” Jawabmu dan pergi masuk kedalam rumah meninggalkan Ilhoon yang kini telah pergi juga.

“Nyengar nyengir aja, seneng ya di anteri ama cogan” Tanya Yujin. Rupanya adikmu ini sedari tadi melihat semua kejadian yang kamu lakukan dengan Ilhoon dari balik jendela

“Siapa tuh cogan? Pacar bukan ka” Tanya Yujin.

“Bukan”

“Buat gue dong ka”

“Enak aja. Eh?..”

“Pacar lo kan ka? Ngaku aja! Akhirnya penderitaan kakak gue sebagai Jones berakhir” Ucap Yujin, dengan nada penuh syukur.

“Kek situ engga jones aja” Jawabmu ketus.

“Engga ya, pacar gue Sungjae Btob” Jawabnya. Satu lagi fakta yang harus di ketahui bahwa Yujin adalah seorang fangirl yang punya imajinasi tinggi seperti kebanyakan fangirl pada umumnya.

“You are dreaming girl” Jawabmu, sambil masuk ke dalam kamar.

“Mah.. kaka punya pacar cogan” Teriak Yujin menghentikan langkahmu

“Engga mah, bohong!” Ucapmu ikut berteriak

“Cieee, dapet cogan. kenalin dong sama mamah” Ejek mamahnya dari dapur

“Apaan si, mamah sama aja nih” Ucapmu dan benar-benar masuk ke dalam kamar. tidak menghiraukan tawa bahagia Yujin yang menggema di seluruh ruangan.

—–

Rasa kantuk mulai menghampiri. keinginanmu saat ini hanyalah tidur terlelap di atas kasur yang empuk tapi itu semua harus enyah mengingat pr matematika dari bu Ningsih belum di kerjakan. walaupun kamu tidak menyukai pelajaran ini tapi tetap saja rasa ingin bisa itu selalu ada. Kamupun mulai membuka buku matematika kemudian mengerjakan soalnya dengan serius dan benar saja, jika ada kemauan di situ pasti ada jalan dari 10 soal yang ibu Ningsih berikan hanya 4 yang dapat kamu kerjakaan. Walaupun tidak semuanya yang penting kan ada usaha.

Usaha mengerjakan sendiri dan sebagian lagi usaha meyontek(?)

Handpone berwarna hitam milikmu berdering menampilkan pesan dari nomer yang tidak kamu ketahui

*(…..)*

kamu menyeringit ketika membaca pesan itu, jari-jarimu mulai mengetik sesuatu di sana

*Siapa?*

*Ilhoon*

*Ini Bomi ya? jan becanda gue lagi ngerjain pr nih!*

*Ini Ilhoon*

*Engga percaya, coba telpon gue*

Tidak lama kemudian handponemu kembali berdering menandakan ada panggilan masuk

“Ini Ilhoon, (…)” Ucapnya dari sebrang sana

“Lo? Ngapain?”

“Tadikan lo nyuruh gue nelpon, kenapa? Kangen ya”

“Apaan dah! Gue ga nyuruh, cuman mau mastiin kalaw lo beneran Ilhoon”

Acara mengerjakan Pr mendadak berubah menjadi acara melepas rindu. Rupanya kamu dan Ilhoon tidak berhenti berbicara via handpone. Banyak hal yang kamu bicarakan dengan dia bahkan tidak jarang kamu tertawa dengan nyaring. Sampai pukul dua belas malam kantukmu mulai tidak tertahankan hingga akhirnya kamu terlelap dengan keadaan yg mengenaskan.

“Kok ga ada suaranya? lo tidur ya”
“Haloo?”
“(….)”
“Lo kalo tidur bilang-bilang kek”
“Halooooo”
“Emang dasar kebo ya lo”
“Good Night(….)”
“Gue mau nyusulin elo di alam mimpi, Bye~”

—–

Hari ini kamu kesiangan untuk berangkat sekolah, kini hanya tersisa waktu beberapa menit saja, gerbang akan segera di tutup. namun kamu masih jauh dari gerbang sekolah.

Motor hitam yang sangat familiar tiba-tiba ada di depanmu melaju dengan kecepatan pelan. Sepertinya ia sengaja melakukan itu entah untuk hal apa

“Ilhoon gue ikut”

Ilhoonpun menghentikan motornya “Nebeng mulu, Yaudah ayo tuan putri”

“Ih jijik lo” Ucapmu di iringi dengan ekpresi wajah yang benar-benar jijik.

Sebelum gerbang benar-benar di tutup, rupanya kamu dan Ilhoon telah sampai di sekolah. Kini kamu dan dia sedang berjalan menuju kelas

Secara tiba-tiba Ilhoon menggengam tangan mu, seraya tersenyum hangat ke padamu. kamu tidak menolaknya rasanya semua itu sulit untuk di tolak

“Gue mau ngomong sebentar sama lo” Ucap seseorang. Tanganya meraih tangan kirimu dan menarikmu menjauh dari Ilhoon, membuat genggamanmu dengannya terlepas.

Kamu menghentikan langkahmu, kemudian menghempaskan tanganya kasar “Apaan si lo? gue udah ga mau ngomong lagi sama lo”

“Gue mau ngomong sesuatu sama lo, gue pengen kita kaya dulu lagi” Ucapnya kembali menarik tanganmu dengan paksa, ia adalah Minhyuk mantan pacarmu yang telah berhianat.

“Kalaw orang ga mau jangan di paksa!” Ucap Ilhoon. membawamu untuk berlindung di belakangnya.

“Lo siapa? jangan ikut campur urusan gue”

Ilhoon meyunggingkan salah satu sudut bibirnya. Ia tersenyum kecut “Gue pacarnya (…)! urusan dia juga urusan gue!”

“Pacar lo? Dasar cewe gampangan!”

Ilhoon yang tidak terima dengan ucapan Minhyuk langsung menghantamnkan pukulan telak di pipi kanannya. begitu juga sebaliknya Minhyukpun meninju pipi kanan Ilhoon cukup keras, hingga menimbulkan darah segar yang keluar dari sudut bibirnya. bahkan berulang kali Minhyuk berhasil memberikan pukulan telak pada kedua sisi pipi Ilhoon.

“Udah stop” Ucapmu berdiri di depan Ilhoon

“Gue bukan pacar lo lagi ngerti, jadi sekarang mending lo pergi! dan inget gue bukan cewe gampangan kaya pacar-pacar lo yang lain!” Bentidakmu pada Minhyuk.

Kamu membalikan badanmu melihat Ilhoon “Ga kenapa-kenapa kan?” Jawabmu penuh hawatir.

Darah segar itu masih keluar, bahkan sempat menetes pada tanganmu. rasanya tungkaimu seperti agar sekarang, begitu lunak mudah di hancurkan. hingga akhirnya kesimbanganmu runtuh, semua pandanganmu berubah menjadi gelap.

“(….)!”

—–

-TBC-

 

Iklan

Give us your cubes!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s