[CubeEntFF’s Freelance] Hyebi-ya, I Miss You

1560733_388416347968475_191394840_n

Title : Hyebi-ya, I Miss You

Casts :  Kim Hyebi (OC), Yong Junhyung (BEAST), and others

Length : Ficlet

Genre : Romance, Hurt/Comfort, etc.

Rating : G

Author : Ki Woo Bie / @deby_kib2uty

 

 

 

Kim Hyebi, wanita yang tengah mendengus kesal ketika melihat seorang pria berjalan ke arahnya. Pria bernama lengkap Yong Junhyung itu hampir sebulan menganggu kehidupannya. Bagaimana tidak, setiap hari saat Hyebi pulang kerja Junhyung sudah ada di depan tempat kerjanya untuk menjemputnya.

“Kali ini aku sengaja tidak membawa mobil. Apa tidak masalah?” Seru Junhyung ketika sampai di depan Hyebi. Tanpa menjawab, Hyebi melanjutkan langkahnya dengan membawa beberapa berkas di tangannya. Tak ingin melihat Hyebi capek, Junhyung merebut berkas yang ada di tangan Hyebi. Sebelum Hyebi berteriak padanya, Junhyung terlebih dulu mengeluarkan senyuman yang sangat jarang ia tunjukkan pada siapapun kecuali Hyebi. Dan itu mampu membuat Hyebi luluh meskipun tidak menunjukkan langsung ekspresi seperti itu pada Junhyung.

Hyebi dan Junhyung berjalan beriringan menyusuri jalan di depan mereka berdua. Meskipun mereka berdua tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun namun mereka sedang menikmati rasa nyaman yang menyelimuti hati mereka masing-masing.

~brukk~

Hyebi tersungkur saat kakinya tidak sengaja masuk ke dalam lubang kecil trotoar. Refleks Junhyung menjatuhkan berkas yang ada di tangannya lalu segera menolong Hyebi.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Junhyung penuh kekhawatiran saat membantu Hyebi berdiri. Hyebi hanya mengangguk menandakan dia baik-baik saja lalu segera melepaskan tangan Junhyung yang masih menempel di pundaknya.

Kajja…” seru Junhyung sembari memungut berkas yang tadi ia jatuhkan.

~brukkk~

Hyebi meringis kesakitan saat tubuhnya kembali terjatuh belum sampai 2 langkah dari tempatnya tadi terjatuh. Junhyung menarik nafas berat lalu menghampiri Hyebi.

“Sudah aku bilang, jangan pernah berkata kau baik-baik saja ketika kau terluka. Kau itu bodoh atau idiot?” Junhyung memarahi Hyebi tanpa membantu Hyebi berdiri. Hyebi hanya terdiam sesaat ketika melihat Junhyung memarahinya seperti seorang ayah memarahi anaknya. Ingin rasanya Hyebi balik memarahi pria yang seolah tahu segalanya tentangnya namun Hyebi tidak sanggup untuk melakukannya. Ada perasaan aneh yang selalu menghampirinya ketika Junhyung dekat dengannya.

Untuk kedua kalinya Hyebi terkejut ketika Junhyung tiba-tiba menggendongnya. Dalam hatinya hyebi berkata kenapa tidak bisa menolak setiap pria ini melakukan tindakan yang tidak sewajarnya di lakukan pria asing.

“Hanya aku yang akan melindungimu,” ucap Junhyung lirih sembari tetap menggendong Hyebi. Junhyung menolak ketika Hyebi menyuruhnya mengulang perkataan yang barusan ia ucapakan karna Hyebi tidak begitu jelas mendengarnya.

Dengan sangat hati hati Junhyung menurunkan tubuh hyebi pada salah satu kursi di dalam restoran yang cukup terkenal di daerah Gangnam.

“Bawakan kami secangkir coklat panas dengan sedikit gula dan secangkir kopi americano panas, tapi sebelum itu bawakan dulu kotak P3K,” kata Junhyung pada pelayan restoran. Setelah membungkukan badan pelayan restoran berlalu pergi.

“Bagaimana kau bisa tahu minuman kesukaanku?” ucap Hyebi terkejut.

“Bagaimana kau bisa tahu? Hmm, pertanyaan itu sudah kau katakan sebanyak 667 kali semenjak kau bertemu denganku,”

“Mwo? Sebanyak itukah aku mengatakannya?” Hyebi kembali terkejut. Anggukan kepala Junhyung membuat Hyebi percaya begitu saja. Dan karena polosnya Hyebi pun mencoba mengingat sambil menggerakkan jarinya seolah sedang menghitung. Tanpa sepengetahuan Hyebi, Junhyung tertawa kecil melihat tingkah lucu Hyebi yang percaya ia benar-benar menghitung.

Hyebi menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa perih ketika Junhyung mengobati lututnya yang terluka.

“Kau bisa melukai bibirmu. Pakailah ini untuk menahannya sebentar,” ucap Junhyung seraya mengeluarkan sapu tangan untuk Hyebi gigit menahan sakit.

Junhyung kembali duduk di kursinya untuk menikmati kopi setelah mengobati lutut Hyebi.

Tanpa disadari Hyebi mempelajari setiap lekuk wajah Junhyung yang menurutnya sangat mampu membuatnya tidak bisa tidur nyenyak sejak pertama kali bertemu dengannya.

“Apa kau baru menyadari ketampananku?” seru Junhyung mengagetkan Hyebi yang tidak sadar sedari tadi Junhyung sudah memperhatikan sikap bodohnya. Seketika pipi Hyebi memerah menahan rasa panas yang menyerang wajahnya.

Aniya. Untuk apa aku mengagumi wajah pria yang selalu menggangguku dan membentakku sesuka hatinya. CHEOLTAE ANDWAE!” jawab Hyebi tegas namun Junhyung hanya membalas dengan senyuman seolah tahu Hyebi akan berkata demikian.

“Maaf, untuk satu minggu ke depan aku tidak bisa mengantarmu pulang,”

Deg~

Ada perasaan kecewa mendengar kalimat itu dari Junhyung. Namun Hyebi tidak berani mengatakannya.

“W… wae?” ucap Hyebi sedikit gemetar. Namun sedetik kemudian ia menyesal telah mengatakan pertanyaan konyol yang tidak sengaja mengisyaratkan dia tidak ingin Junhyung pergi darinya.

“Aku harus ke Amerika mencari dokter terhebat di sana,” jawab Junhyung mengalihkan pandangannya agar tidak bertemu pandang dengan Hyebi.

“Kau sakit apa? Apa penyakitnya parah? Sebelah mana yang sakit?” tanpa disadari Hyebi berkata dengan nada sangat sangat khawatir. Lagi lagi Junhyung menyunggingkan bibirnya.

“Terimakasih telah menghawatirkanku. Raut wajahmu yang seperti itu tidak akan pernah aku lupakan,”

Hyebi mendengus kesal mendengar jawaban Junhyung. Sebagai pelampiasannya, Hyebi meneguk minuman di hadapannya dengan sekali teguk. Junhyung hanya bisa menggelengkan kepalanya heran.

Setelah menghabiskan minumannya, Hyebi menarik tubuhnya dari kursi. Ucapan terimakasih tak lupa ia tujukan pada Junhyung karena telah mengobati kakinya dan sudah mentraktir minuman kesukaannya. Setelah itu Hyebi melangkahkan kakinya untuk pergi.

~hup~

Junhyung menahan tangan Hyebi tanpa memandang kearah Hyebi.

“Bukan aku yang sakit melainkan orang yang sangat sangat aku cintai yang sedang sakit,” ucap Junhyung tanpa merubah tatapannya yang masih menatap lurus kedepan. Hyebi terkejut karena Junhyung mengatakan hal pribadi padanya, namun dia tidak berani menanyakan siapa yang sakit, dia tidak ingin mendengar jawaban yanga sangat menyakitkan untuknya.

“Semoga perjalananmu dan kekasihmu lancar dan semoga kekasihmu lekas sembuh,” ucap Hyebi tanpa sadar mengeluarkan air matanya dan menetes ketangan Junhyung.

“Aku pergi kesana sendiri. Orang sangat aku cintai, dia takut naik pesawat,” jawab Junhyung sedikit tersenyum tapi tetap tidak memandang Hyebi. Namun, perlahan ia melepas genggaman tangannya yang tertahan di pergelangan tangan Hyebi.

“Itu lebih baik karena kekasihmu akan menderita sepertiku jika kau memaksanya naik pesawat. Aku kira hanya aku yang takut naik kendaraan terbang itu tapi ternyata ada yang sama denganku. Baiklah, cepat sembuhkan kekasihmu dan pertemukan aku dengannya. Aku ingin sekali mengenalnya. Aish, ini sudah terlalu sore. Aku harus pergi, annyeong!” dengan sedikit menahan rasa perih di lututnya, Hyebi melangkahkan kakinya lebih cepat. Yang ada dalam dirinya adalah ingin cepat pergi dari tempat itu agar perasaan perih dalam hatinya tidak ia tunjukkan pada Junhyung.

“Pria asing yang aneh,” ucap Hyebi sembari menghapus air matanya.

Di dalam restoran Junhyung menangis tersedu sedu memandangi wallpaper ponselnya yang menampilkan photo dirinya bersama Hyebi tengah mengenakan baju pengantin.

Chagiya… Akan aku buat kau mengingatku kembali dan kita akan segera melangsungkan pernikahan kita yang tertunda, hmm? Terimakasih telah menghawatirkanku,” ucap Junhyung dengan suara parau.

Kim Hyebi, wanita yang teramat sangat dicintai yong Junhyung harus kehilangan ingatannya semenjak 2 bulan yang lalu. Benturan kepala yang dialami Hyebi dikarenakan Hyebi terjatuh saat melompat-lompat bahagia di tangga rumahnya. Hyebi terlalu bahagia menanti pernikahan yang akan berlangsung 2 minggu lagi. Namun, semua itu hancur ketika Hyebi benar-benar kehilangan ingatannya dan satu-satunya orang yang tidak mampu Hyebi ingat adalah Junhyung.

Selective amnesia yang diidap Hyebi membuat Junhyung menjadi pria asing dalam hidup Hyebi yang baru. Namun Junhyung tidak putus asa, demi tetap dekat dengan wanita pujaannya, Junhyung rela setiap harinya menjemput Hyebi meskipun Hyebi tetap tidak mampu mengenalnya.

“죽는 날까지 사랑해 (aku mencintaimu sampai mati).” kalimat yang akan Junhyung buktikan pada Hyebi.

*THE END*

 

Nb : terimakasih sudah membaca FF singkat saya ^^ , semoga membuat kalian puas.

Iklan

Give us your cubes!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s